buku
Sampul depan "Funiculi Funicula: Before the Coffe Gets Cold."

Setiap orang pasti memiliki masa lalu, baik menyenangkan maupun tidak. Karena masa lalu merupakan masa-masa yang sudah dilewati, maka terkadang ada beberapa orang yang mengalami penyesalan hidup karena merasa menyia-nyiakan masa itu.

Begitu pula dengan masa depan. Setiap orang pasti mengharapkan masa depan yang cerah. Namun tak seorangpun tahu tentang masa depan mereka. Alih-alih cerah, bisa jadi suram.

Funiculi Funicula: Before the Coffe Gets Cold” (コーヒーが冷めないうちに) karya Toshikazu Kawaguchi mengisahkan tentang sebuah kafe tua yang berada di antara gang kecil di kota metropolitan Tokyo. Walau tua, kafe ini tak terlihat kumuh maupun usang. Sekilas memang tak ada yang menarik dari kafe ini, hingga terdengar sebuah “urban legend” bahwa kafe ini bisa membawa pengunjungnya ke masa lalu atau masa depan.

Untuk melakukan perjalanan waktu, pengunjung kafe ini perlu menjalani proses dan peraturan yang rumit dan menyebalkan, bahkan bisa mengancam nyawa. Dari semua itu, ada satu peraturan penting, meski kamu berhasil pergi ke masa lalu, kamu tetap takkan bisa mengubah kenyataan/takdirmu di masa sekarang.

Novel ini secara garis besar dibagi menjadi 4 bagian, masing-masing memiliki tokoh dengan kisahnya yang berbeda. Diawali kisah seorang wanita yang ingin memutar waktu untuk berbaikan dengan kekasihnya, seorang perawat yang ingin membaca surat yang tak sempat diberikan suaminya yang sakit, seorang kakak yang ingin menemui adiknya untuk terakhir kali, dan yang terakhir seorang ibu yang ingin bertemu dengan anak yang mungkin takkan pernah dikenalnya.

Dibalut dengan pembawaan cerita yang menarik, pembaca akan langsung dibuat kagum dengan jalan cerita yang dihadirkan oleh penulis. Penulis membuat alur maju mundur, sehingga cerita yang dihadirkan tidak terasa membosankan. Pendapat pribadi, saya beri nilai 8 dari skala 10, dan merekomendasikan Anda untuk turut membaca karya ini. Sekedar info, novel ini dapat Anda temukan dengan terjemahan bahasa Indonesia di toko buku Gramedia.