Sering membaca artikel di Wikipedia bahasa Indonesia? Nah, mungkin Anda pernah menemukan artikel yang lengkap dan panjangnya luar biasa, tetapi Anda merasa aneh dengan bahasa yang dipakai di artikel tersebut. Entah sulit dipahami atau kalimatnya rasanya kaku. Jika pernah, selamat, Anda baru saja menemukan satu dari sekian banyaknya masalah di komunitas Wikipedia bahasa Indonesia (WBI), yakni terjemahan mesin.
Penggunaan mesin penerjemah (seperti Google Translate) telah menjadi permasalahan serius di komunitas WBI, terutama sejak tahun 2015. Jawabannya jelas: karena tidak akurat. Mesin penerjemah dianggap tidak mampu mengenali ungkapan-ungkapan khusus (idiom) dalam bahasa asing. Contohnya, ungkapan take with a grain of salt dalam bahasa Inggris akan diterjemahkan menjadi “ambil dengan butiran garam” oleh mesin penerjemah, padahal itu adalah ungkapan yang berarti bahwa kita sebaiknya tidak percaya begitu saja terhadap sesuatu. Hukum menggunakan mesin penerjemahan sebetulnya masih diperbolahkan, dengan catatan hasil terjemahan itu disunting lagi dan dipoles supaya natural ketika dibaca dan akurat. Apakah seluruh pengguna menaati aturan itu? Sayangnya, tidak. Sangat banyak kontributor yang bandel membuat puluhan sampai ratusan artikel menggunakan mesin penerjemah. Niat mereka bagus sebetulnya, ikut membangun WBI. Mereka beranggapan “jumlah artikel di Wikipedia bahasa Indonesia sangat sedikit jika dibandingkan dengan WIkipedia bahasa Inggris”. Padahal, komunitas WBI jelas mempunyai prinsip: Utamakan kualitas dibanding kuantitas (jumlah artikel). Tak masalah WBI ketinggalan, asal kualitas artikelnya terjaga.
Untuk menanggulangi dan memperbaiki ini, komunitas WBI telah membentuk ProyekWiki Perbaiki Terjemahan. Mereka, anggota ProyekWiki ini (termasuk saya, hehe), bergotong royong dalam mencari dan menemukan artikel yang sekiranya diterjemahkan secara buruk, kemudian diberikan semacam templat tag pemeliharaan. Sejauh ini, bedasarkan data, telah tercatat ada lebih dari 1.500 artikel yang diterjemahkan secara buruk. Itu baru yang terdeteksi, saya yakin pasti lebih banyak daripada itu. Sebanyak itu, sulit rasanya tuk diselesaikan, karena kami kekurangan pengguna yang berpengalaman dan mau mengurusi ribuan artikel terjemahan buruk. Ribet, ya?
Selain itu, pihak developer Wikipedia juga merilis perkakas untuk menerjemahkan yang terintegrasi dengan mesin penerjemahan. Dengan alat ini, kontributor dapat memanfaatkan mesin penerjemah untuk membantu proses penerjemahan. Hasil dari mesin penerjemah ini hanya menjadi awalan saja, selanjutnya kontributor diminta untuk menyunting dan memperbaiki teks tersebut.