Setelah dibuat puas dengan kualitas IEM pertama saya, TRN MT1 Pro, saya akhirnya terjerumus (sedikit) ke ranah per-audio-an. Tidak langsung mencoba yang “wah” (apalagi yang semacam sound horeg), saya justru penasaran dengan yang namanya earbud. Kenapa? Sebelumnya, selama memakai IEM, telinga saya terasa budeg maksimal. Rasanya seperti diri saya terputus dengan lingkungan sekitar, hanya dapat mendengarkan suara berkualitas tinngi dari artis favorit saya. Hingga saya sering diomeli kerabat perkara tidak menyaut ketika dipanggil hanya karena sepasang sumpelan telinga. Alasan-alasan ini lah yang menyebabkan saya penasaran dengan earbud.
Mencari-cari di toko daring, saya cukup kaget dengan harga-harganya. Murah, seharga earphone khas konter yang asbun itu. Saya kepincut dengan KGIS P1, di harga 25rb. “Murah sih, tapi apa kualitas suaranya bakal lebih baik dari earphone konter?” Masa bodoh, cuma 20 ribuan, kok.
Menunggu selama kurang 3 hari, akhirnya paket saya sampai. Awalnya saya memamng tidak punya ekspetasi yang tinggi (karena harganya, tentu). Namun, ternyata kualitas suaranya lumayan bagus dan enak. Saya kira kualitas suaranya bakal sebelas dua belas sama hengset konter. Dari kualitas, durabilitas, sangat jauh. Sebagai orang yang tak begitu paham per-audio-an, saya hanya dapat menyimpulkan: Bass oke, treble juga oke, vocal lumayan, ya overall cocok, lah, buat saya yang tidak terlalu memperhatikan detail suara (hehe). Saya mencoba lagu-lagu dari MyGO!!!!!, menurut saya, boleh, lah, untuk sekelas harga 20 ribuan. Minusnya hanya satu, tidak enak dipakai lama-lama di telinga saya (mungkin karena bentuknya?).
Kesimpulan? Mending beli earbud ini daripada beli earphone konter.